Bahasa

Penguraian kalsium dalam tulang lebih cepat pada tikus terpajan timbal


LATAR BELAKANG
Timbal masih tetap merupakan risiko kesehatan asal lingkungan atau akibat kerja, karena digunakan secara luas dalam pembuatan cat, keramik, bensin, dan kosmetik. Dengan demikian logam ini terdapat di mana-mana dalam lingkungan, karena ditemukan di dalam udara, tanah, air, dan tumbuhan. Kemudian logam tersebut dapat memasuki tubuh manusia melalui inhalasi atau melalui makanan dan minuman. Timbal yang diabsorpsi dapat mempengaruhi kadar kalsium pada tulang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh timbal terhadap kadar kalsium tulang dengan mengukur konstanta laju reaksi, energi Gibbs, dan entalpi.

METODE
Sebuah rancangan eksperimental murni dengan prospektif desain mengikutsertakan 100 ekor tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Hewan coba secara acak sederhana dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok tikus dengan pemberian larutan timbal asetat per oral 100 mg/kg BB dan kelompok tikus tanpa pemberian larutan timbal asetat. Pemberian perlakuan dilakukan selama 4 minggu dan tikus diamati setiap minggu untuk diukur kadar kalsium. Kadar kalsium tulang diukur dengan metode permanganometri.

HASIL
Hasil penelitian diperoleh k1 (tetapan laju penguraian hidroksiapatit) 0,90 x 10-3 dt-1dan k2 (tetapan laju pembentukan hidroksiapatit) 6,16 x 10-3 dt-1 untuk kontrol sedangkan untuk perlakuan k1 = 26,20 x 10-3 dt-1 dan k2 = 16,75 x 10-3 dt-1. Secara termodinamika, keseluruhan reaksi tergolong reaksi endergonik dan endotermis (G > 0 dan H > 0).

KESIMPULAN
Pajanan timbal menyebabkan penguraian kalsium pada tulang lebih cepat dibandingkan dengan pembentukannya. Secara keseluruhan reaksi tergolong reaksi endergonik dan endotermis (G > 0 dan H > 0).

Kata kunci: Konstanta laju, hidroksiapatit, energi Gibbs, entalpi, tikus

Share
Search By Category