Language

Hubungan antara kerja shift dan gangguan gastrointestinal pada perawat


Shiftwork meliputi pengaturan jam kerja harian dari standar yang biasa, mulai dari 8 jam hingga 24 jam per hari, dengan kelompok kerja yang berbeda. Banyak pekerja mengeluh adanya gangguan gastrointestinal akibat adanya waktu makan yang tidak teratur dan kualitas makanan yang kurang baik. Gangguan gastrointestinal yang disebabkan oleh adanya kerja shift dipengaruhi berbagai factor baik individu maupun dari pekerjaannya. Faktor individu antara lain kebiasaan makan, jenis dan jumlah makanan yang dimakan, kebiasaan konsumsi kafein dan minuman ringan, faktor psikososial, dan riwayat keluarga Sedangkan faktor pekerjaan antara lain dipengaruhi oleh jenis dan masa kerja, keadaan lingkungan kerja yang dapat menimbulkan stress dan kerja shift itu sendiri apakah periode perputaran siklusnya cepat, ada tidaknya waktu libur, lama kerja shift dalam 1 hari. Penelitian pada perawat perempuan di suatu rumah sakit di Jakarta Pusat ditemukan gangguan gastrointestinal yang terbanyak adalah sendawa (45,4%) dan kembung (29,6%), namun tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara shift kerja dengan gangguan gastrointestinal. Namun ditemukan bahwa perawat yang bekerja shift mempunyai risiko 2,5 kali lebih besar untuk terjadi penurunan indeks massa tubuh (p = 0,05) dibandingkan perawat yang tidak bekerja shift. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut faktor-faktor lain (multifaktoral) penyebab adanya penurunan indeks massa tubuh selain shift kerja.

Share
Search By Category